Kisah Sedih Wanita Pecinta Sayyidah Fatimah Sa

0
438 Dibaca
pecinta sayyidah fatimah

Kisah Sedih Wanita Pecinta Sayyidah Fatimah Sa – Basyar Makkari menceritakan: Sewaktu berada di Kufah, aku bersilaturrahmi ke rumah Imam ja’far Ash-Shodiq as. Kebetulan, waktu itu beliau sedang makan kurma.

Beliau mcmpersilahkanku duduk dan mencicipi kurma. Aku berkata kepada beliau. “Wahai Imam! Bukan aku tidak suka kurma tetapi di tengah jalan menuju kemari. aku telah menyaksikan

kejadian yang sangat membuatku pilu dan tak nafsu makan.”

“Apa yang engkau lihat?.” tanya Imam.

Aku berkata, “Aku menyaksikan seorang wanita sedang dipukuli oleh petugas kerajaan dan menggiringnya ke penjara. Setiap kali wanita itu meminta tolong kepada orang ramai yang menyaksikannya, demi Tuhan tak seorangpun berani menentang petugas itu.” kataku.

“Apa kesalahan wanua itu” tanya Imam penasaran.

“Kata orang kesalahannya adalah sewaktu kaki wanita itu tergelincir, dia mengatakan.

Laknat Tuhan atas orang yang menganiaya Fatimah Binti Rasul saw.

Saat mendengar itu. tangisan Imam meledak sehingga sapu tangan dan dada serta janggutnya basah oleh air mata beliau.

Beliau berkata. “Wahai Basyar! Mari kita pergi ke masjid Sahlah untuk mendoakan keselamatan wanita itu.” .

Di samping itu. beltau Juga mengutus seseorang untuk menyelidiki keadaaan perempuan tersebut di penjara. Basyar melanjutkan: Kami masuk ke masjid Sahlah dan shalat dua raka’at. Beliau berdoa untuk keselamatan wanita atu dan bersujud. Selesai bersujud, beliau berkata: ”Mari kita pulang, dia telah dibebaskan!”

Ketika kami keluar dari masjid, bersamaan dengan itu. lelaki utusan Imam sudah berada di depan kami

dan memberitahukan bahwa wanita tersebut telah dibebaskan.

Imam bertanya. “Bagaimana dia dapat dibebaskan?”

Lelak: itu menjawab. “Aku uduk tahu, namun ketika aku telah sampai di istana, aku menyaksikan seorang wanita sedang keluar dari penjara untuk dihadapkan kepada raja, Raja bertanya kepada wanita itu: ‘Apa yang telah engkau lakukan sehingga engkau dipenjarakan?

Wanita itu pun menjelaskan apa adanya. Sang raja tidak marah, melainkan menghadiahkan dua ratus dirham padanya. namun ditolak oleh wanita pecinta Fatimah itu.

Dengan merayu raja berkata: ‘Maafkanlah aku dan ambillah dua ratus dirham ini.”

Wanita itu tetap pada pendiriannya dan tidak bersedia menerima uang pemberian itu, kemudian dia dibebaskan.”

Imam kembali bertanya, “Benarkah dia menolak dua ratus dirham itu?” .

Aku berkata. “Demi Tuhan!”

Imam Ja’far as berkata: ”Basyar! Berikanlah tujuh dinar ini kepada wanita tersebut. karena saat ini dia sangat memerlukannya dan sampaikan salamku kepadanya.”

Tatkala aku menyampaikan salam Imam untuknya. wanita itu pingsan karena tak kuasa menahan rasa gembira.

Ketika siuman wanita itu memintaku untuk menyampaikan jawaban salamnya kepada Imam. Sekembalinya. aku sampaikan kejadian itu kepada Imam. beliau mendoakan wanita itu sambil menangis.”

Sumber: Biharul Anwar, jil.100, hal.441

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here