Kisah Mukjizat Imam Ali Bin Abi Thalib As

thumbnail

Mukjizat Imam Ali As – Ketika saya (penulis) bermukim di kota suci Najaf, di dekat makam Amirul Mukminin, pada bulan Muharam tahun 1358 H, pemerintah Irak mengeluarkan larangan terhadap segala bentuk acara duka Asyura, seperti pawai, memukul-mukul dada, dan acara kesedihan lain.

Di hari Asyura, polisi keamanan pemerintah menutup pintu-pintu masuk ke makam Amirul Mukminin agar acara-acara tersebut tak dapat diadakan sebagaimana biasanya pada Asyura.

Pintu terakhir yang mereka segel adalah pintu yang menghadap ke kiblat. Sebelum pintu tersebut tertutup, orang-orang menyerbu masuk secara bersamaan.

Namun, ketika sampai di pintu-pintu bagian dalam, mereka mendapatinya telah tertutup rapat sehingga akhirnya mereka melakukan acara duka dengan memukul-mukul dada tanda kesedihan di teras makam yang terletak di antara pintu-pintu tersebut.

Tak lama kemudian, masuklah beberapa prajurit polisi, dipimpin seorang komandan, dengan tetap mengenakan sepatunya ke teras makam sambil memukuli orang-orang yang ada di situ.

Sang komandan memerintahkan kepada pasukannya untuk menangkap mereka. Namun orang-orang yang ada di tempat itu berbalik menyerang dengan mengangkat dan melemparkannya ke halaman makam.

Dia pun terluka parah dan tak bergerak. Ketika orang-orang ,mulai risau akan kemungkinan terjadinya serangan balasan oleh tentara pemerintah sehingga mereka dilarang melakukan kegiatan duka cita itu, mereka akhirnya dengan khusuk bertawassul di pintu makam yang tertutup itu Dengan suara keras, mereka mengadu, “Wahai Ali, bukalah pintu ini.. Sesungguhnya kami sedang mengenang derita putramu, al-Husain.”

Dalam sekejap, terbukalah semua pintu itu secara bersamaan. Beberapa saksi tepercaya menukilkan kepada saya bahwa palang besi yang menempel dan menahan pintu serta bersambung dengan tembok, patah menjadi dua bagian. Lalu khalayak pun menyerbu masuk ke makam suci tersebut.

Tersebarlah kabar ini ke seantero Najaf sehingga orang-orang pun berbondong-bondong menuju makam; polisi pun menyingkir dari tempat itu.

Mereka melaporkan apa yang terjadi kepada atasan mereka di Baghdad. Akhirnya, turunlah perintah untuk tidak mengganggu acara-acara seperti itu lagi, sehingga (sejak) tahun itu acara duka di kota Najaf dan Karbala menjadi lebih besar ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

Para penyair menuangkan kejadian luar biasa dan tersebarnya berita tentang itu ke dalam syair. Salah seorang ulama mengukir syair-syair tersebut pada sebuah papan yang digantungkan di dinding makam suci itu.

Syair yang terpampang itu adalah:

Siapapun yang tak percaya mukjizat al-Murtadha, saudara Nabi Maka dia bukanlah seorang muslim
Kemurahan tangannya tlah membukakan pintu-pintu tuk kami Alangkah mulia dan bajiknya kedua tangannya itu Juga, saat mereka mencegah para penduka Atas tertumpahnya darah bulan Muharam
Dan, ketika sejarah menjelaskan isyarat tangan Sang Washi Yang membukakan pintu demi menjaga pertumpahan darah

Sebagaimana yang diungkapkan di akhir syairnya bahwa kalau saja bukan karena pertolongan beliau, maka akan terjadi bencana besar dan pertumpahan darah yang hebat, dan Anda bisa melihat dalam sejarah apa yang disebutkan penyair itu di akhir baitnya.

Sumber: Kisah kisah ajaib halaman.100-101 karya Ayatullah Dr Prof. Dasteghib

Avatar
Karimah Ahlulbait adalah sebuah situs website yang dibuat untuk menyebarkan ilmu Ahlulbayt as Tujuan situs ini adalah memberikan bimbingan kepada komunitas Ahlul Bait Indonesia agar mereka bisa mendapatkan pencerahan terkait dengan cara menjalani kehidupan sebagai pengikut madzhab Ahlul Bait. Di dalam situs ini para pengikut madzhab Ahlul Bait akan mendapatkan pengetahuan mengenai, fiqih, amalan, hadis, kisah, sejarah dan lain sebagainya. Yang bisa dibaca melalui artikel yang kami posting. Anda bisa melihat ragam sajian kami sebagaimana yang tertera di bagian kategori yang ada dalam situs kami. Jika antum merasa situs web kami bermanfaat silahkan untuk di share ke sosial media yang ada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top