Keutamaan Al-Qur’an Menurut Rasulullah Saw

0
58 Dibaca
Keutaman al-Qur'an Menurut Rasulullah

Pada artikel sebelumya kita telah membahas mengenai mukmin sejati dan al-Qur’an. Dan pada kali ini kita akan membahas keutaman al-Qur’an menurut Rasulullah Saw.

Rasulullah Saw bersabda “Keutamaan al-Quran dibandingkan seluruh kalimat, laksana kedudukan Allah terhadap makhluk-Nya.” (Jamiul Akhbar, lihat al-Mustadrak Wasai; asy-syiah juz 1 hal.288)

Apabila kalian tersesat pikiran karena fitnah, seolah-olah kalian tenggelam dalam malam yang pekat, maka segeralah berpegang pada al-Quran. Itulah kitab yang akan mengulurkan pertolongan, menjelaskan kebenaran. Sesiapa yang mematuhinya dia akan menuntunnya ke surga dan sesiapa yang membelakanginya akan terlempar ke dalam neraka. Itulah petunjuk yang mengarah ke jalan yang terbaik. Suatu kitab yang memerinci segala sesuatu dan menjelaskan segala sesuatu. Itulah pemutus yang tepat.

“Al-Quran mengandung yang batin dan yang lahir. Lahirnya menjadi hukum dan batinnya menjadi ilmu. Lahirnya sangat indah dan  batinnya  sangat  dalam. Ia memiliki had-had (batas-batas) dan di dalam batasnya ada batasnya lagi. Keajaiban-keajaibannya tidak akan  pernah  habis. Misteri-misterinya tidak akan pernah basi. Di dalamnya mengandung pelita petunjuk, mercusuar hikmah, dalil pada makrifat bagi yang mengetahui `sifat,’ perhatikanlah dengan jelas sehingga kalian dapat menyampaikan pandangannya atas `sifat,’ sehingga menyelamatkan dari kebinasaan’ dan  melepaskan  dari `bahaya yang menjerat.” (al-Kafi juz,2 hal.238)

“Al-Quran itu yang sangat sempurna setelah Allah.” (Jamiul Akhbar. Lihat al-Mustadrak juz 1 hal.288)

“Seorang yang mengamalkan al-Quran (hamilul  quran) janganlah menyangka bahwa ada orang yang diberi sesuatu yang lebih berharga darinya. Apabila diberi dunia dengan segala kenikmatannya, maka al-Quran itu lebih berharga dari miliknya.” (al-Ghurar wa ad-Durar, lihat al-Mustadrak, jil.1 hal 288)

“Al-Quran itu petunjuk dari kesesatan, penjelasan  atas  sesuatu  yang  samar, penyelamat dari ketergelinciran, cahaya dari kegelapan,   penjelas   peristiwa-peristiwa, penjaga dari karakter yang membatu, pembimbing dari kesesatan, petunjuk dalam fitnah, jalan yang akan menyampaikan dunia dan akhirat, penyempurna agama, tidak ada yang menyimpang dari al-Quran kecuali akan masuk neraka.” (al-Kafi juz 2, hal 439)

“Memandang mushaf al-Quran adalah ibadah walaupun tidak membacanya.” (Man La Yahdhuruh al-Faqih)

“Ini adalah  Kitab Allah yang memberitahukan  peristiwa  sebelum  kalian, peristiwa  yang  akan  datang,  pemutus apa yang berlaku di tengah kalian, itulah pemutus  yang  benar.  Siapa  yang  meninggalkannya karena kesombongan maka Allah akan membinasakannya, dan siapa yang mencari petunjuk di luar al-Quran akan tersesat. Itulah Tali Allah yang kuat, peringatan yang bijak, yang tidak bisa disesatkan oleh hawa nafsu  dan  tidak bisa disesatkan oleh lisan, dan tidak akan mengenyangkan para ulama.” (Majma’ al-Bayan juz 1 hal.287)

“Allah tidak akan menyiksa jiwa yang mewadahi al-Quran. ” (Jamiul Akhbar, lihat al-Mustadrak juz 1, hal.287)

“Aku dikarunia surah-surah panj ang seperti Taurat, diberi ratusan surah seposisi Injil, diberi matsemi (ayat-ayat yang selalu dibaca berulang-ulang) yang menggantikan Zabur, diberi keistimewaan dengan mufashshal (kitab yang menjelaskan dengan rinci). Enam puluh delapan surah (panjang) yang memelihara semua Taurat Musa, Injil Isa dan Zabur-nya Dawud.” (al-Kafi juz 2 hal 439)

“Perkataan yang paling benar adalah Kitabullah  dan  kisah-kisah yang  paling baik adalah al-Quran.” (Biharul Anwar)

“Maukah kalian kuberitahukan tentang fakih yang paling benar?” Para sahabat menjawab, “Tentu saja, wahai Rasulullah saw.” Beliau berkata,  “Yaitu orang yang tidak membuat cemas manusia, tidak melengahkan diri dari makar kepada Allah, tidak memberi kelonggaran untuk bermaksiat kepada Allah dan tidak menyerahkannya (asal-asalan-penerj.) kepada yang lain.”‘ (al-Ja’fariyat)

“Al-Quran ini adalah cahaya nyata, tali yang kuat, urwah al-wutsqa, derajat yang mulia, penyembuh yang terbaik, pemisah yang terbesar, dan pemberi kebahagiaan yang agung.

Sesiapa yang mencari cahayanya, Allah akan menyinarinya. Sesiapa yang mengikatkan diri dengannya, Allah akan melindunginya. Sesiapa yang berpegang-teguh dengannya Allah akan menyelamatkannya. Sesiapa yang tidak meninggalkan hukum-hukumnya, maka Allah akan mengangkat (kedudukan)nya.  Sesiapa yang meminta kesembuhan darinya,  maka Allah akan menyembuhkannya. Sesiapa yang mendahulukan al-Quran dari yang lain, maka Allah akan memberi petunjuk kepadanya. Sesiapa yang meminta petunjuk dan luar al-Quran,  maka  Allah  akan  menyesatkannya.

Sesiapa  yang  menjadikan  al-Quran sebagai syiarnya, maka Allah akan membahagiakannya.  Sesiapa yang menjadikannya sebagai imam yang diikutinya dan sebagai tempat berlindungnya, maka Allah akan memberinya naungan dengan Surga Naim dan kehidupan yang layak.” (Tafsir Imam Askari seperti dinukil dari Biharul anwar juz 92 hal.31)

Sumber: Yuk Baca al-Quran hal.10-16, karya Syekh Ja’far Hadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here