Ketika Imam Ali Menghidupkan Orang Mati

0
1.182 Dibaca
Imam Ali Menghidupkan Orang Mati

Ketika Imam Ali Menghidupkan Orang Mati -Disebutkan dalam kitab ad-Dam’ah riwayat dari Maitsam at-Tammar: “seorang Arab Badui menemui Amirul mukminin as. Dan berkata, sesungguhnya aku diutus kepada Anda oleh enam puluh ribu orang yang di kenal dengan “al-Aqimah”.

Mereka bersamaku membawa mayit yang mati sejak beberapa waktu yang lalu. Mereka berselisih soal sebab kematiannya. Mayit itu ada di depan pintu mesjid. Jika anda menghidupkan nya, kami mengetahui bahwa anda adalah orang jujur lagi seorang bangsawan. Kamu telah mengakui bahwa anda adalah hujah Allah di muka bumi dan Khalifah Rasulullah atas makhluk Nya.”

“berapa hari sudah mayit kalian ini.?” tanya Imam.

“Empat puluh satu hari” jawabnya.

“Dan sebab kematiannya?”

Si Badui itu berkata, “Hai Ali, sesungguhnya keluarga si mayit ingin anda menghidupkan nya agar dia dapat memberitahui Mereka siapa yang telah membunuhnya. Sebab dia sehat dan dikenal orang baik. Lima puluh orang menuntut balas darahnya. Singkaplah kesamaran ini wahai saudara Muhammad.!”

Imam berkata, “pamannya sendirilah yang membunuhnya! Karena di telah menikahkan dia (almarhum) dengan putrinya, lalu ia meninggalkan putrinya dan menikahi wanita lain. Maka dia membunuhnya.”

Si Badui mengatakan, “Kami tidak yakin dengan perkataan anda. Kami ingin anak itu (mayit) bersaksi untuk dirinya sendiri di hadapan keluarganya siapa yang telah membunuhnya, agar tiada lagi fitnah, adu senjata dan pertikaian.”

Imam bangkit dan menyampaikan kalimat hamdalah dan salawat kepada Nabi Saw., Lalu kemudian berkata, “Hai penduduk Kufah, sapi Bani Israil tidaklah lebih mulia kedudukannya Dari aku di sisi Allah dan aku adalah saudara Rasulullah Saw. Aku Menghidupkan si mayit ini tujuh hari kemudian.”

Kemudian beliau mendekati mayit dan berkata “sesungguhnya sapi Bani Israil memukulkan sebagian darinya kepada mayit dan hidup. Sedangkan aku akan memikul mayit ini dengan sebagian dariku, karena sebagian dariku lebih baik dari sapi keseluruhannya.”

Kemudian menggoyangkan mayit dengan kaki kanannya seraya berkata, “bangunlah dengan izin Allah hai Mudrikah bin Hanzhalah bin Ghassan bin Buhair bin Qahrab bin Salamah bin Thayib bin Asy’ats. Allah telah menghidupkanmu di tangan Ali bin Abi Thalib as.”

Maitsam at-Tammar berkata, “Lalu seorang laki-laki yang lebih bercahaya dari sinar matahari berkali-kali lipat dan lebih indah dari rembulan bangkit seraya berkata, Labbaika Labbaika wahai Hujah (bukti) Allah bagi Alam semesta yang memiliki keunggulan dari semua yang ada di alam semesta lalu ia berkata, Wahai lelaki, siapakah yang telah membunuh mu?

Yang membunuhku adalah pamanku sendiri yaitu Al-Harist bin Gossan. Ujar lelaki tersebut.

Lalu Imam memerintahkan agar lelaki tersebut mengabarkan hal itu kepada kaumnya, lalu ia berkata, “wahai Imam aku takut jika aku kembali ke kaumku mereka akan membunuhku kembali, tidak ada satu orang pun dari mereka yang mendukungku, lalu imam menoleh kepada sahabatnya dan berkata, kembalilah kepada kaummu dan beritakanlah kepada mereka tentang kejadian ini.!”

Lalu sahabat tersebut berkata, “Wahai tuanku, aku tidak akan pernah memisahkan diri darimu sampai Allah mencabut nyawaku di sisimu, celaka bagi mereka yang telah mengetahui kebenaran namun menutupinya dengan tirai, lalu ia tetap bersama Imam Ali as. sehingga ia mati Syahid bersama beliau di perang shiffin. Kemudian terjadi perdebatan sengit diantara penduduk Kufah sekembalinya mereka ke Kufah.”

Sumber: Ramalan Akhir Zaman Imam Ali bin Abi Thalib, hal.243-244. Diterjemahkan dari madza Qala Ali ‘an Akhiri Zaman (Kitab al-Jafr al-A’zham)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here