Kelahiran Imam Husain As Yang Menakjubkan

0
1.070 Dibaca
kelahiran imam husain
photo: safqana.com

Asma’ meriwayatkan bahwa kelahiran Imam Husain as. jatuh pada satu tahun setelah kelahiran Imam Hasan. Nabi Saw. meminta, “Wahai Asma’! Bawakan cucuku ke hadapanku!

Asma segera memberikan Husain kepada Nabi dalam keadaan dibalut dengan kain berwarna putih. Kemudian beliau mengucapkan azan di telinga kanan Husain dan iqamah di telinga kirinya.

Namun , tiba-tiba Nabi Saw. meletakkan Husain di pangkuannya dan menangis.

Asma’ bertanya keheranan, “Demi ayah dan ibuku sebagai tebusanmu! Gerangan apa yang membuatmu menangis?”

Nabi Saw. bersabda, “Aku menangisi putraku ini.”

Asma’ belum puas dan bertanya lagi, “Bayi ini baru saja lahir.”

Nabi Saw. menyingkapkan, “Sekelompok orang-orang dzalim akan membunuhnya, dan mereka sungguh tidak akan mendapatkan syafaatku kelak.”

Kemudian Nabi Saw. berkata, Wahai Asma’! Jangan kamu ceritakan hal ini kepada Fatimah, karena ia baru saja melahirkan anak ini.

Kemudian beliau berkata kepada Imam Ali as., “Nama apa yang kamu berikan kepada anak ini?”

Imam Ali as. menjawab, “Ya Rasulullah! Aku tidak berani mendahuluimu dalam memberi nama anak ini?”

Nabi Saw. menyahut, “Demikian juga aku; tidak berani mendahului Tuhanku dalam memberi nama anak ini.”

Lalu Malaikat Jibril turun dan berkata, “Wahai Muhammad! Allah menyampaikan salam kepadamu dan berkata, “Karena Ali di sisimu seperti Harun di sisi Musa, akan tetapi setelahmu tidak ada lagi nabi, maka berilah nama anakmu sama dengan nama anak Harun!”

Nabi Saw. bertanya, “Siapa nama anak Harun itu?”

Jibril menjawab, “Syubair.”

Nabi Saw. berkata, “Bahasaku adalah bahasa Arab.”

Jibril menuntaskan, “Berilah nama Husain untuk anak itu!”

Demikianlah Nabi Saw. memberikan nama Husain untuk anaknya. Dan pada hari ketujuh dari kelahiran Imam Husain, Nabi Saw. berakikah dengan menyembelih dua ekor kambing.

Lalu beliau memberikan satu paha kambing dan satu dinar emas kepada bidan, dan mencukur rambut Imam Husain lantas bersedekah seberat cukuran tersebut. Kemudian beliau membasahi kepalanya dengan wewangian.

Sumber: Kisah ini Di ambil dari Bihar al-Anwar: jil. 43; hal. 239.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here