Kedudukan Wanita Dan Kemuliaannya Dalam Islam

0
99 Dibaca
kedudukan wanita dalam islam

Kedudukan Wanita Dan Kemuliaannya Dalam Islam – Islam menginginkan agar wanita dan pria mencapai tingkat kesempurnaan. Islam telah menyelamatkan wanita dan keadaan buruk yang dialaminya di zaman jahiliah.

Sesungguhnya pelayanan yang diberikan oleh Islam kepada wanita tidak diketahui kecuali oleh Allah SWT. Dan Islam tidak memberikan pelayanan kepada pria seperti yang diberikannya kepada wanita. Kalian wahai para wanita tidak mengetahui apa yang terjadi pada wanita di zaman jahiliah dan apa yang telah didapatnya dari Islam.

Pembicaraan seputar tipuan Syah yang barn,
tanggal 9/11/1978 M.

Islam telah memberikan pelayanan pada wanita yang belum pernah dialaminya pada masa dahulu dalam sejarah. Islam menyelamatkan wanita dari keadaan-keadaan itu dan menjadikannya sebagai manusia yang mempunyai kepribadian.

Pembicaraan beliau seputar tipuan Syah yang barn,
tanggal 9/11/1978 M.

Pertanyaan: Syiah di negeri Barat dianggap sebagai ajaran yang memiliki komitmen terhadap perkembangan. Sebagaimana kita mendengar bahwa bimbingan-bimbingan Syiah berusaha untuk menyingkirkan wanita dari bidang kehidupan sosial, dan menuntut agar kembali kepada undang-undang yang menyerukan kepada tradisi-tradisi agama sebagai asas undang-undang pemerintah, seperti yang disebut dalam undang-undang yang kemudian telah diamandemen dengan cara yang ilegal.

Sebagaimana kita pun mendengar bahwa Syiah menolak sistem kehidupan Barat karena is tidak sesuai dengan tradisi agama. Apakah Anda dapat menjelaskan masalah ini berdasarkan pandangan mazhab Syiah?

Jawab: Syiah adalah mazhab yang dinamis, dan kesinambungan dari Islam yang dibawanya oleh Rasulullah saw yang mulia yang orisinil. Ia selalu menjadi sasaran serangan para kolonial dan para tiran yang hina.

Syiah bukan saja tidak menyingkirkan wanita dari medan kehidupan sosial, bahkan memberinya kesempatan untuk menduduki tempatnya yang insani dan tinggi di tengah-tengah masyarakat.

Sesungguhnya kami merasa gembira dengan prestasi-prestasi yang berhasil diwujudkan dunia Barat, namun  kami tidak setuju dengan kerusakan yang dialami oleh masyarakat Barat itu sendiri.

Pertemuan beliau dengan surat kabar dunia ketiga dari Jerman,
tanggal 15/11/1978 M.

Islam menjunjung tinggi wanita dan meletakkannya sejajar dengan pria. Di zaman diutusnya Nabi Islam, wanita tidak memiliki nilai yang patut disebutkan dan dibanggakan, dan Islam-lah yang memberinya kedudukan ini.

Pembicaraan beliau seputar pemutusan hubungan dengan negara yang mendukung Syah, tanggal 11/12/1978 M.

Kami menyeru agar wanita menempati kedudukan kemanusiaan-
nya yang tinggi. Wanita harus bekerja dan berusaha untuk menentukan masa depannya.

Pembicaraan beliau pada sekelompok wanita Qum,
tanggal 6/3/1979 M.

Seandainya bangsa ditiadakan dari wanita-wanita berani yang mendidik manusia, maka bangsa ini akan kalah dan menuju kehancuran.

Pembicaraan beliau pada sekelompok wanita Qum,
tanggal 6/3/1979 M.

Islam memberikan penghormatan kepada wanita di mana hal yang sama tidak diberikannya kepada pria. Islam ingin menyelamatkan kalian dari canda ini yang ingin ditujukan kepada kalian oleh mereka. Mereka ingin menjadikan kalian sebagai permainan, tetapi Islam hendak mencetak wanita sebagai wanita yang sempurna.

Pembicaraan beliau pada sekelompok wanita Qum,
tanggal 8/3/1979 M.

Sungguh Islam telah memberikan anugerah yang besar atas manusia dengan menyelamatkan wanita dari kegelapan itu, yang menjadi ciri khas kaum jahiliah. Dalam pandangan kaum jahiliah, wanita lebih hina daripada hewan. Wanita teraniaya dan Islam-lah yang menyelamatkannya dan cengkraman jahiliah.

Pembicaraan beliau sehubungan dengan Hari Wanita,
tanggal 6/5/1979 M.

Wanita adalah manusia, bahkan manusia yang agung. Ia adalah pendidik masyarakat, yang dan pengasuhan wanita lahirlah kaum pria. Mula-mula lahirlah pria dan wanita yang sehat dari pengasuhan wanita.

Wanita adalah pendidik kaum pria. Oleh karena itu, kebahagiaan dan kesengsaraan suatu negeri tergantung pada wanita. Karena pendidikannya yang benar akan mampu mencetak manusia, dan dengan pendidikannya yang sehat maka ia akan memakmurkan negeri.

Pengasuhan wanita merupakan jalan seluruh kebahagiaan, dan wanita harus menjadi jalan pertama seluruh kebahagiaan.

Pembicaraan beliau sehubungan dengan Han Wanita,
tanggal 6/5/1979 M.

Para ibu adalah sumber kebaikan, namun jika pendidikannya terhadap anak salah—mudah-mudahan Allah menjauhkan hal ini— maka mereka menjadi sumber keburukan.

Pembicaraan beliau sehubungan dengan Hari Wanita,
tanggal 6/5/1979 M.

Wanita adalah refleksi dan terwujudnya harapan manusia, dan ia adalah pendidik kaum hawa dan kaum pria yang mulia. Dan pengasuhan wanita, pria mampu mencapai ketinggian spiritual. Wanita adalah buaian pendidikan para wanita dan laki-laki yang agung.

Pembicaraan beliau pada sekelompok wanita,
tanggal 17/5/1979 M.

Di bawah pendidikan wanita dan di bawah dekapannya, lahirlah para pria yang pemberani. Sesungguhnya Al-Qur’an al-Karim medidik manusia, dan wanita pun mendidik manusia. Tugas wanita adalah mendidik manusia.

Seandainya bangsa dihilangkan dad wanita yang memiliki kemampuan mendidik manusia, niscaya bangsa itu akan kalah dan menuju kehancuran serta kehinaan.

Pembicaraan beliau pada sekelompok wanita Qum,
tanggal 1/2/1980 M.

Wanita mempunyai kedudukan yang tinggi dan dalam pandangan Islam ia memiliki kedudukan yang sangat terhormat.

Pembicaraan beliau pada sekelompok wanita Qum,
tanggal  1/2/1980 M.

Sesungguhnya kita menuntut agar wanita menduduki tempat kemanusiaannya yang tinggi, dan tidak menjadi mainan (boneka) di tangan kaum pria yang hina.

Pembicaraan beliau pada sekelompok wanita Qum,
tanggal 1/2/1980 M.

Islam telah mempersiapkan agar wanita memiliki sebagaimana pria peranan dalam segala bidang. Sebagaimana kaum pria memainkan peranan dalam segala bidang maka wanita pun memiliki peranan-peranan ini, dan sebagaimana kaum pria harus menjauhi kerusakan dan keburukan maka begitu juga dengan wanita.

Wanita tidak boleh menjadi mainan di tangan pemuda-pemuda yang hina. Wanita tidak boleh menjerumuskan dirinya dalam kehinaan dan menurunkan derajatnya. Ia tidak boleh keluar rumah dengan dandan yang mencolok untuk menarik perhatian orang-orang yang jahat. Wanita harus menjaga kemuliaannya dan harus menghiasi dirinya dengan takwa. Wanita memiliki kedudukan yang mulia dan ia mempunyai kehendak di mana Allah SWT telah menciptakannya sebagai makhluk yang merdeka dan mulia.

Pembicaraan beliau pada sekelompok wanita Qum,
tanggal 1/2/1980 M.

Islam memandang kalian, wahai para wanita dengan pandangan yang khusus. Ketika Islam muncul di semenanjung Arab maka wanita membutuhkan kedudukan di hadapan kaum pria, dan Islam-lah yang memberinya kemuliaan dan ketinggian. Islamlah yang menyamakannya dengan pria. Sesungguhnya perhatian yang diberikan Islam terhadap wanita lebih besar daripada perhatiannya kepada pria.

Pembicaraan beliau pada sekelompok wanita Qum,
tanggal 1/2/1980 M.

Hari ini wanita faktor penting dan aktif di tengah-tengah masyarakat telah kembali kepada tempatnya dengan keberkahan kebangkitan Islam.

Pembicaraan beliau sehubungan dengan Hari Wanita,
tanggal 5/5/1980 M.

Sumber: Kedudukan wanita dalam pandangan Imam Khomeini, hal.79-83

Berita sebelumyaDimanakah Cahaya Imam Ali as ?
Berita berikutnyaFalsafah Yaumul Mahabbah
Avatar
Karimah Ahlulbait adalah sebuah situs website yang dibuat untuk menyebarkan ilmu Ahlulbayt as Tujuan situs ini adalah memberikan bimbingan kepada komunitas Ahlul Bait Indonesia agar mereka bisa mendapatkan pencerahan terkait dengan cara menjalani kehidupan sebagai pengikut madzhab Ahlul Bait. Di dalam situs ini para pengikut madzhab Ahlul Bait akan mendapatkan pengetahuan mengenai, fiqih, amalan, hadis, kisah, sejarah dan lain sebagainya. Yang bisa dibaca melalui artikel yang kami posting. Anda bisa melihat ragam sajian kami sebagaimana yang tertera di bagian kategori yang ada dalam situs kami. Jika antum merasa situs web kami bermanfaat silahkan untuk di share ke sosial media yang ada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here