Kebaikan Imam Husain Kepada Para Peziarahnya

0
351 Dibaca
Kebaikan Imam Husain Kepada Peziarahnya
haram imam husain; foto by: instagram.com/imamhusaianorg

Sebagian ulama kota Najaf menukilkan kisah ini dari seorang ulama yang zuhud, Syaikh Husain Masykur. Beliau berkata:

Dalam mimpi, saya berada di makam suci Sayyid al-Syuhada. Lalu, masuklah seorang pemuda badui dari Arab ke dalam makam dengan tersenyum dan memberi salam kepada Sayyid al-Syuhada yang disusul oleh jawaban salam dari Imam yang juga tersenyum.

Malam berikutnya, yaitu malam Jumat, saya pergi ke makam suci beliau dan berdiri di salah satu sudut makam. Kemudian, saya melihat pemuda badui yang ada dalam mimpi saya itu sedang memasuki makam. Ketika sampai di makam Imam, dia tersenyum dan mengucapkan salam kepada Sayyid al-Syuhada, tetapi saya tidak melihat beliau.

Saya terus perhatikan Arab badui itu hingga dia keluar dari makam. Saya lalu menghampirinya dan menanyakan tentang sebab tersenyumnya dia kepada Imam. Saya juga ceritakan mimpi saya itu kepadanya. Kemudian saya bertanya. “Apa yang telah Anda lakukan sehingga Imam menjawab dengan senyuman pula?”

Dia berkata. “Dulu. saya punya ayah dan ibu yang sudah tua, dan kami tinggal beberapa puluh kilometer dari Karbala ini. Setiap malam Jumat, saya selalu datang berziarah dengan membawa serta ayah pada malam Jumat pertama dan membawa serta ibu pada malam Jumat setelahnya, menggunakan keledai.

Pada suatu malam Jumat (giliran ayah) ketika saya menaikkan ayah di punggung keledai, ibu menangis sembari berkata “Hari ini bawalah saya juga bersamamu. Mungkin saja umurku tak sampai Jumat depan.”

Saya berkata kepada beliau. “Udara malam ini sangat dingin dan hari sedang hujan, sulit bagi saya jika harus membawa ibu juga.“ Setelah ibu terus memaksa, saya pun akhirnya menyanggupi. Saya naikkan ayah ke atas keledai sementara ibu saya gendong sendiri hingga ke makam.

meski dengan susah payah, Sewaktu ibu masuk ke makam bersama ayah, saya berjumpa Sayyid al-Syuhada. Saya ucapkan salam kepada beliau dan sambil tersenyum, beliau pun menjawab salam saya itu. Sejak itu, setiap malam Jumat, saya selalu menziarahi beliau dan saya pun selalu melihat beliau tersenyum saat menjawab salam saya.

Kesimpulan

Dari kisah ini kita tahu bahwa yang mendekatkan kita kepada para imam dan menyebabkan kita beroleh keridhaan mereka adalah ketulusan dan keikhlasan kita, serta kecintaan maupun bakti kita kepada orang beriman, khususnya kedua orang tua. Lebih khusus lagi. kepada para peziarah kubur suci Abi Abdillah al-Husain.

Sumber: Kisah kisah ajaib halaman.188-189 karya Ayatullah Dr Prof. Dasteghib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here