Karomah Ayatullah Sayyid Abul Hasan Isfahani

0
355 Dibaca
Karomah Sayyid Abul Hasan Isfahani

Karomah Ayatullah Sayyid Abul Hasan Isfahani – Seorang ulama Yaman yang bergelar Bahrul Ulum awalnya bermazhab Zaidiyah. Beliau mengingkari eksistensi suci Imam Zaman afs.

Ulama ini telah banyak menulis surat-surat kepada para ulama Syiah Imamiyah di jamannya dengan meminta mereka mengemukakan dalil-dalil yang kuat tentang penetapan eksistensi suci Imam Zaman afs, namun beliau tidak puas dengan jawaban-jawaban dan dalil-dalil yang mereka kemukakan.

Akhirnya beliau menulis surat terpisah kepada Ayatullah Sayyid Abul Hasan Isfahani yang pada waktu itu berada di Najaf Asyraf, meminta dalil-dalil yang pasti atas penetapan eksistensi Imam Zaman afs. Sayyid Abul Hasan Isfahani menjawab surat beliau dengan menyatakan, “Silakan datang ke Najaf dan aku akan jawab langsung pertanyaanmu.”

Ulama Zaidiyah tersebut langsung berangkat ke Najaf bersama putranya Ibrahim dan sekelompok pengikutnya. Setelah tiba di Najaf dan bertemu Ayatullah Isfahani, pertemuan disepakati berlangsung besok sorenya di rumah Ayatullah Isfahani.

Setelah dijamu makan malam dan berlangsung pembahasan ilmiah tentang eksistensi Imam Zaman afs, semua tamu pergi dari situ kecuali Bahrul Ulum dan putranya di sisi Ayatullah Isfahani dan beberapa orang khusus.

Setelah tengah malam, Ayatullah Isfahani berkata kepada pelayannya (Masyhadi Husein), “Bawalah lentera dan ikutlah bersama kami!” Dan kepada Bahrul Ulum dan putranya, beliau berkata, “Ayo kita pergi agar kalian berdua dapat melihat Imam Zaman afs.

Sayyid Mir Jihani mengatakan: Kami hadir disana, kami ingin pergi bersama mereka namun Ayatullah Isfahani menolak dan berkata, “Hanya Bahrul Ulum dan putranya yang boleh.”

Mereka pergi dan kami tidak tahu mereka pergi kemana. Akan tetapi di hari kedua dan ketika kami bertemu dengan Bahrul Ulum dan putranya, kami bertanya kepada Bahrul Ulum tentang apa yang terjadi di malam sebelumnya, beliau berkata:

“Segala puji bagi Allah! Sungguh kami telah mendapat kemuliaan dengan memeluk mazhab kalian dan kami kini meyakini eksistensi Imam Zaman afs”.

Aku bertanya, “Bagaimana bisa demikian?”

Beliau menjawab, “Ayatullah Isfahani telah memperlihatkan kami Imam Zaman afs.”

Aku bertanya, “Bagaimana prosesnya Ayatullah Isfahani memperlihatkan Imam Zaman afs kepada kalian?”

Beliau jawab, “Ketika kami keluar dari rumah, kami tidak tahu akan pergi kemana bersama Ayatullah Isfahani hingga kami sampai di Wadi al-Salam.

Di tengah-tengah Wadi ada satu tempat yang dinamakan Maqam Shahib al-Zaman afs. Ketika kami telah sampai di Maqam tersebut, Ayatullah Isfahani mengambil lentera dari pelayannya Masyhadi Husein dan mengajak aku bersamanya masuk ke dalam Maqam tersebut.

Ayatullah Isfahani memperbaharui wudhunya dan melaksanakan shalat 4 rakaat dan mengucapkan beberapa kata yang aku tidak memahaminya, dan tiba-tiba tempat itu bercahaya terang benderang.

Disana Ibrahim bin Bahrul Ulum berkata:

Di tengah-tengah waktu ini aku keluar dari Maqam, dan tinggal ayahku dan Ayatullah Isfahani di dalam Maqam. Dan setelah beberapa menit aku mendengar suara ayahku yang berteriak dengan suara tinggi, kemudian pingsan.

Aku mendekati ayahku dan kulihat Ayatullah Isfahani menggerak-gerakkan kedua bahu ayahku hingga ayahku sadar. Ketika kami kembali dari sana, ayahku berkata kepadaku, “Sungguh aku telah melihat Baqiyyatullah dan Wali Ashr, Imam Zaman afs, dan Imam telah memuliakan aku dengan aku memeluk Mazhab Syiah Itsna Asyariyah.” Dan ayahku tidak berbicara lebih dari itu.

Setelah beberapa hari Bahrul Ulum dan putranya serta orang-orang yang datang bersama mereka berdua kembali ke Yaman. Dan itu menjadi sebab Tasyayyu’nya 4000 orang Yaman yang berpindah dari mazhab Zaidiyah ke mazhab Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah

Semuanya tercatat di kitab Al-Arba’una fil Mahdi, Sayid Jalal Musawi, halaman 34-36

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here