Jalur Hadis Dua Belas Khalifah

0
144 Dibaca
Jalur Hadis Dua Belas Khalifah

Hadis-hadis sahih telah mengabarkan tentang “Dua Belas Khalifah dari Quraisy” yang menjadi “pemimpin” (“khalifah”; “amir”) bagi umat setelah Rasulullah saw. Dua belas itu tidak lebih dan tidak kurang seperti jumlah nuqaba` (para pemimpin) Bani Israel.

Dengan kepemimpinan itu Islam menjadi tegak, mulia, kuat dan mengalahkan siapa pun yang menentangnya dan—dengannya—urusan umat menjadi terselesaikan dengan baik sebagaimana mestinya.

Hadis-hadis yang demikian banyak sekali dan jelas. Namun, mengenai siapa para khalifah itu, ulama Ahlusunnah bimbang tidak mendapati petunjuk yang benar. Sehingga, banyaklah pandangan yang lemah dan berbenturan ketika berusaha mencari jawaban yang dimaksudkan— sebagaimana akan jelas setelah ini.

Jalur Hadis Dua Belas Khalifah

1. Bukhari menuturkan dalam Sahih-nya, dengan sanad dari Jabir bin Samurah: Aku mendengar Nabi Muhammad Saw bersabda, «Akan ada dua belas amir.” Kemudian Nabi menyampaikan sesuatu yang tidak aku dengar. Ayahku berkata, «Nabi Saw bersabda, ‘Kesemuanya berasal dari Quraisy.’ (Muhammaad bin Ismail Bukhari, Shahih Bukhari, 4/2257.)

Atas hadis ini, Baghawi menyatakan, “Ini adalah hadis yang disepakati kesahihannya.” (Abu Muhammad Husain Baghawi, Syarh al-Sunnah, 15/31.)

2. Muslim bin Hajjaj dalam Sahih-nya meriwayatkan dari Jabir bin Samurah: Aku bersama ayahku menemui Nabi saw. Aku mendengar beliau bersabda, “Urusan (kepemimpinan umat) ini takkan tuntas sebelum hadir dua belas pemimpin di tengah mereka.” Kemudian beliau melontarkan perkataan yang samar. Aku pun bertanya kepada ayahku, “Apa yang beliau katakan itu?” Ayah menjawab, “Mereka semua berasal dari Quraisy.” (Muslim bin Hajjaj Naisaburi, Shahih Muslim. 3/1452)

3. Muslim menuturkan lagi, dengan sanad dari Jabir bin Samurah: Aku mendengar Nabi saw bersabda, “Urusan orang-orang masih berlaku selama mereka dipimpin oleh dua belas orang laki-laki.» Lalu Nabi saw berbicara sesuatu yang disamarkan terhadapku. Maka aku bertanya pada ayahku, “Apa yang telah Rasulullah [saw] katakan tadi?” Ayah menjawab, “Mereka itu semua dari Quraisy.” (Muslim bin Hajjaj Naisaburi, Shahih Muslim. 3/1452.)

4. Masih dalam Shahih Muslim, dengan sanad dari Jabir bin Samurah, dituturkan: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Islam senantiasa mulia dengan kehadiran dua belas khalifah.” Lalu beliau mengatakan sesuatu yang tidak kupahami. Maka aku bertanya kepada ayahku, “Apa yang telah beliau katakan?” Ayah menjawab, “Mereka semua dari Quraisy.” (Muslim bin Hajjaj Naisaburi, Shahih Muslim, 3/1453.)

5. Juga, dalam Shahih Muslim, dengan sanad dari Jabir bin Samurah dinyatakan: Aku pergi bersama ayahku ke tempat Rasulullah saw. Lalu aku mendengar beliau bersabda, “Agama ini senantiasa kuat dan kokoh bersama dua belas khalifah.” Kemudian beliau mengatakan sesuatu tetapi orang-orang membuat aku tidak mendengarnya. Maka aku bertanya kepada ayahku, “Apa yang telah beliau katakan?” Ayah menjawab, “Mereka semua dari Quraisy.” (Muslim bin Hajjaj Naisaburi, Shahih Muslim, 3/1453.)

6. Dengan redaksi sedikit berbeda, dalam Shahih Muslim, dengan sanad dari Jabir bin Samurah, disebutkan: Aku mendengar Rasulullah saw, ketika pada Jumat-malam merajam al-Aslami, bersabda: “Agama selalu tegak sampai hari kiamat, atau akan ada bagi kalian dua belas khalifah, mereka itu semua dari Quraisy. (Muslim bin Hajjaj Naisaburi, Shahih Muslim, 3/1453.)

7. Muhammad bin Isa Tirmidzi dan Ahmad bin Muhammad bin Hanbal meriwayatkan dari Jabir bin Samurah: Rasulullah saw bersabda, “Akan ada sesudahku dua belas amir.” Kemudian beliau berbicara sesuatu yang tidak kupahami.

Maka aku tanyakan soal itu kepada seseorang di sebelahku, dan dia menjawab, “Mereka itu semua dari Quraisy.” (Ahmad bin Hanbal, Musnad Ahmad bin Hanbal, 5/92, 94, 99 dan 108; Muhammad bin Isa Tirmidzi, Sunan al-Tirmidzi,, 4/501: Tirmidzi menyatakan bahwa ini hadis hasan-sahih.)

8. Abu Dawud dalam Sunan-nya meriwayatkan hadis “dua belas khalifah” melalui tiga jalur yang disahihkan oleh Nashiruddin Albani dalam Sahih Sunan Abu Dawud. (Muhammad Nashiruddin Albani, Sahih Sunan Abu Dawud, 3/807)

Dalam Sunan Abu Dawud ini, seorang perawi bertutur: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Agama ini tetap tegak karena ada bagi kalian dua belas khalifah yang umat bersepakat atas mereka semua.” Lalu aku mendengar perkataan yang tak kupahami dari Nabi [saw]. Maka aku bertanya kepada ayahku, “Apa yang beliau katakan?” Ayah menjawab: “Mereka itu semua dari Quraisy.” (Abu Dawud Sijistani, Sunan Abu Dawud, 4/106.)

Dengan jalur lain, [dari Jabir bin Samurah] Abu Dawud menyampaikan: Rasulullah saw bersabda, “Agama ini senantiasa kuat dengan dua belas khalifah.” Orang-orang bertakbir dan berteriak (saat mendengar itu). Kemudian beliau mengatakan sesuatu yang rahasia. Aku bertanya kepada ayahku, “Apa yang telah beliau katakan, ayah?” Ia menjawab, “Mereka itu semua dari Quraisy.” (Abu Dawud Sijistani, Sunan Abu Dawud, 4/106.)

Ahmad bin Hanbal membawakan hadis tersebut dalam kitabnya, Al-Musnad, dan di dalamnya terdapat [teks riwayat: ثم لغط القوم وتكلموا): “Kemudian mereka [yang hadir] menjadi gaduh dan berbicara.” Redaksi dalam hadis lain, (sanad masih dari Jabir bin Samurah) dinyatakan, “Hingga orang-orang berdiri dan duduk.” (Ahmad bin Hanbal, Musnad Ahmad bin Hanbal, 5/99).

9. Hakim Naisaburi dalam Al-Mustadrak, Ahmad bin Hanbal dalam Al-Musnad dan Thabrani dalam Al-Awsath dan AlKabir meriwayatkan tentang sabda Nabi saw yang berbunyi: Urusan umatku akan selalu baik sampai berlalu dua belas khalifah. [Perawi melanjutkan]: “Lalu beliau memelankan suaranya mengenai (siapa mereka) itu. Maka aku bertanya kepada pamanku yang ada di depanku, “Apa yang telah beliau katakan, paman?” Ia menjawab, “Mereka itu semua dari Quraisy.” (Muhammad Hakim Naisaburi, Mustadrak al-Hakim, 3/618; Ahmad bin Hanbal, Musnad Ahmad bin Hanbal, 5/97, 107, dan di dalamnya terdapat (teks) “لا يزال هذا الأمر صالحا” (Urusan ini akan selalu baik..). Abu Qasim Sulaiman Thabrani, Al-Mu’jam al-Kabir, 22/120; Al-Mu’jam al-Awsath, 4/350; Ali bin Abi Bakar Haitsami, dalam Majma’ al-Zawaid, 5/190, berkata: “Thabrani meriwayatkan dalam Al-Awsath, Al-Kabir dan juga Al-Bazzar; dan Rijâl Thabrani adalah rijal sahih.”)

10. Ahmad bin Hanbal dalam Al-Musnad dan kitabnya yang lain meriwayatkan dari Masruq; [ia] berkata, “Ketika itu kami duduk di tempat Abdullah bin Mas›ud, dan dia membacakan Al-Quran kepada kami. Lalu seseorang berkata kepadanya, ‘Hai Abu Abdurrahman, apakah engkau bertanya kepada Rasulullah saw berapa khalifah yang dimiliki umat ini?’ Abdullah bin Mas’ud menjawab, ‘Tak seorang pun yang bertanya tentang hal itu kepadaku sebelum kamu sejak aku datang di Irak.’ Lalu ia melanjutkan, ‘Ya, kami telah bertanya kepada Rasulullah [saw] dan beliau menjawab, ‘Ada dua belas orang, seperti jumlah pemuka bani Israil.’” (Ahmad bin Hanbal, Musnad Ahmad bin Hanbal, 1/398. Dan, hadis ini di-hasan- kan oleh Ibnu Hajar Asqalani dalam Fath al-Bari, 13/181; Ibnu Hajar Haitsami dalam Tathhir al-Jinan wa al-Lisan, 313; Jalaluddin Suyuthi dalam Tarikh al-Khulafa’, 8; AlBusyiri dalam Mukhtashar Ithaf al-Sadat al-Maharah bi Zawaid al-Masanid al-‘Asyarah, 6/436.)

11. Dalam kitab yang sama, Ahmad bin Hanbal juga meriwayatkan dengan sanad dari Jabir bin Samurah, yang berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Akan ada sesudahku dua belas khalifah, mereka itu semua dari Quraisy.’” (Ahmad bin Hanbal, Musnad Ahmad bin Hanbal, 1/398; Husain Baghawi dalam Syarh al-Sunnah, 15/30, berkata, “Ini adalah hadis sahih.”)

12. Ahmad bin Hanbal di dalam Al-Musnad dan Thabrani dalam Al-Mu’jam al-Kabir, meriwayatkan dari Jabir bin Samurah yang bertutur: Ketika Haji Wada’, aku mendengar Rasulullah saw bersabda, “Agama ini akan selalu tampak (menang) atas orang-orang yang menentangnya, dan tidak akan bisa dimudaratkan oleh seorang penentang maupun oleh orangorang yang meninggalkannya, hingga berlalu dua belas amir dari umatku, semuanya……” (Dari sini) Kemudian ucapan Rasulullah saw menjadi samar. Ia (perawi) berkata, “Mereka itu semua dari Quraisy.” (Ahmad bin Hanbal, Musnad Ahmad bin Hanbal, 5/87, 88, 90; Sulaiman bin Ahmad Thabrani, Mu’jam al-Kabir, 2/196.)

Selain hadis-hadis di atas, masih banyak riwayat lain yang termaktub dalam kitab-kitab hadis rujukan muslmin.

Siapakah Dua Belas Khalifah?

Sebagian ulama berusaha menjelaskan “hadis dua belas khalifah” ini sesuai yang disepakati mazhab dan akidah mereka.

Lalu mereka berpaling pada “pendapat sebelah kanan dan kiri” tanpa mendapati petunjuk apa-apa.

Mereka giat mengalihkan isi atau makna hadis-hadis tentang dua belas pemimpin itu dari para Imam Ahlulbait , dan menempatkan kepemimpinan kepada orang lain yang tidak memiliki kelayakan seorang “pemimpin umat” (al-amir almukminin). Sehingga mereka menjadi bimbang, lalu mengikuti dan melontarkan pandangan-pandangan yang lemah. Sebagian mereka mengatakan tidak tahu, dan sebagian lagi bersandar pada makna yang tidak dipahami secara jelas.

Ibnu Jauzi dalam Kasyf al-Musykil menyatakan, “Saya cukup lama mengkaji hadis [dua belas khalifah] ini demi menemukan [kemungkinan] kebenarannya. Saya pun telah bertanya—ke berbagai sumber—tetapi tidak menemukan seorang pun yang sampai pada maksudnya..” (Ibnu Jauzi, Kasyf al-Musykil min Hadits al-Shahihain, 1/449.)

Ibnu Batthal—dari Muhallab—berkata, “Saya tidak mendapati seorang pun yang memastikan hadis ini, atau memberi kejelasan atasnya.” (Ibnu Hajar Asqalani, Fath al-Bari bi Syarh Shahih al-Bukhari, 13/180.)

sumber: Isu-isu Khilafiyyah Dalam Mazhab Ahlusunnah, hal. 2-7, karya Syaikh Aali Muhsin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here