Imam Ali As Orang Pertama Yang Melakukan Shalat Bersama Nabi

0
437 Dibaca
imam ali as orang pertama yang melakukan shalat
photo: karbalaart.com

Imam Ali As Orang Pertama Yang Melakukan Shalat Bersama Nabi – Ali bin Abi Thalib hidup bersama Rasulullah dengan segala perubahan yang terjadi dalam kehidupan Nabi. Ia memandang Nabi sebagai teladan sempurna yang dapat memenuhi tuntutan keingintahuan dan kejeniusannya.

Ali mengaplikasikan semuanya dalam perilaku dan pergerakannya. Ia mencontoh perilaku Nabi dan taat padanya terkait dengan perintah maupun larangan. Perilaku ini dilakukan sejak diutusnya Muhammad saw. menjadi nabi hingga akhir hayat beliau. Para sejarawan sepakat bahwa ia belum pernah membantah ucapan Rasulullah saw. seumur hidupnya.

Ali bin Abi Thalib sendiri menjelaskan bahwa ia adalah orang pertama yang melakukan shalat setelah Nabi. Ia berkata, ‘Tidak ada seorang pun yang mendahuluiku dalam melakukan shalat selain Rasulullah saw”[1]

Diriwayatkan juga dari Habbah Al-‘Irni, ia berkata: “Pada suatu hari, aku melihat Ali bin Abi Thalib tertawa. Sebelumnya aku belum pernah melihatnya tertawa lebih dari tawanya kali ini hingga terlihat gigi taringnya. Kemudian Ali berkata: “Ya Allah, Aku belum pernah melihat seorang hamba terbaik sebelumku selain nabi umat ini”.[2]

Dalam tafsir ayat “Dan rukukklah kalian bersama orang-orang yang melakukan rukukk”[3] dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Ayat ini turun berkenaan dengan Rasulullah saw. dan Ali bin Abi Thalib. Mereka berdua adalah orang pertama melakukan shalat dan rukuk.[4]

Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasul bersabda: “Para malaikat bersalawat kepadaku dan kepada Ali sebanyak tujuh kali. Karena kalimat syahadatain (Asyhadu An Laa Ilaaha Illah Allah wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah) tidak akan diangkat ke langit kecuali melaluiku dan Ali”.[5]



[1]  Al-Faidh, Nahjul Balaghah, hal 397, khutbah 131

[2] Ibnu Asakir, Tarikh Dimasyq, jilid 1, hal 49, hadis nomor 88

[3]  QS. 2 : 43

[4] Al-Haskani, Syawahid At-Tanzil, jilid 1, hal 85

[5] Ibnu Al-Maghazili, Al-Manaqib, hal 14, nomor hadis 19. Syeikh Al-Mufid dalam bukunya AlIrsyad menukil hadis yang mirip pada hal 30, pasal 1, bab 2. Ibnu Al-Atsir, Usd Al-Ghabah, jilid 4, hal 18, hadisnya sama.

Sumber: Ai Bin Abi Thalib, hal.65-66 karya Irfan Mahmud & Mundzir Al-Hakim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here