Imam Ali As Dalam Pandangan Hadis

0
187 Dibaca
Imam Ali As Dalam Pandangan Hadis

Terdapat banyak hadis Rasulullah Saw yang membahas Tentang Imam Ali as. Hadis hadis tersebut terbagi ke dalam dua jenis. hadis bersifat Umum yang juga mencangkup seluruh Keluarga besar Rasulullah Saw dan hadis yang bersifat khusus bagi Imam Ali as saja.

Hadis yang bersifat umum dan khusus mencapai sekitar 2000 buah hadis. Al-marhum Maula Muhammad Taqi Majlisi ra berpendapat dalam Syarh Fiqih-nya, “Saya telah menyaksikan hadis yang berkenaan tentang keutamaan Ahlulbait as, lebih dari 100.000 hadis.” (Raudhatul Muttaqin, Jilid 8, hal. 648)

Contoh Dari Hadis-Hadis Umum

Hadis Tsaqalain

Sesungguhnya aku telah meninggalkan dua pusaka berharga pada kalian, yakni Kitabullah dan ltrahku. Selama kalian berpegang pada keduanya, kalian tidak akan tersesat. Dua pusaka ini tidak akan terpisah selamanya hingga keduanya menemuiku di telaga Haudh (Kaustar).

Mir Hamid Husain, wafat 1306 H, dalam kitabnya Abqatul-Anwar, jilid 12 memberikan perhatian khusus pada hadis Tsaqalain. Pada bagian pertama dalam kitab ini, yang berisikan sanad hadis yang berjumlah 664 halaman, pada tahun 1314 H telah dicetak di Loknahu. Pada bagian kedua, dia memberikan penjelasan terhadap hadis tersebut dalam 891 halaman, yang telah diterbitkan di loknahu juga.

Lebih lanjut, dalam kitab yang ditulis oleh Allamah Ali Milani, dalam dua puluh jilid dengan nama Nafahatul-Azhar telah tersebar luas di selumh penjuru dunia Jilid pertama hingga ketiga membelikan perhatian khusus pada hadis Tsaqalain, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Parsi di halaman 1021. Juga melalui wakilnya, Dr. Ustaz Sayid Hasan lftikhar Zadeh, buku ini telah diterjemahkan dan tersebar luas ke berbagai negeri.

Kitab-kitab tersebut sangatlah berharga. Dengannya umat tidak perlu lagi merujuk ke sumber lainnya, karena telah memuat semua hadis Tsaqalain.

Poin Penting Dalam Hadis Ini

‘Tsaqal,’ bermakna sesuatu yang berharga dan bernilai. Oleh karena itu. kalimat ini telah menjelaskan nilai al-Quran dan Itrah. ‘Itrah’ adalah alim atau yang mengetahui kandungan al-Quran. Sebagaimana al-Quran terjaga dari penyimpangan (maksum), maka Itrah pun juga terjaga dan suci dari segala penyimpangan.

‘Lan tadhillu abada’ (Kalian. tidak akan tersesat selamanya) yakni hingga akhir zaman (kiamat), al-Quran dan Itrah akan selalu bersama mereka. ‘Yarada ‘alayyal-Haudh’ (Keduanya akan menemuiku di telaga Haudh), yakni keduanya selalu bersama-sama hingga kiamat tiba.

Tiada jalan lain yang menjamin (keselamatan dan kesalehan hidup) selain al-Quran dan ltrah. Hadis ini telah dinukil oleh lebih dari 20 jalur dari Ahlusunnah.

Hadis Safinah

Nabi saw bersabda. “Perumpamaan Ahlulbaitku, bak bahtera nabi Nuh as, barangsiapa menaikinya akan selamat dan barang siapa meninggalkannya akan celaka (tenggelam).” Periwayatan hadis ini diterima di kalangan Pengikut Ahlulbait dan Ahlusunnah. Jilid keempat dari kitab Nafahatul-Azhar mengkhususkan sanad dan penjelasan hadis ini.

Contoh Dari Hadis Hadis Khusus

Nabi saw bersabda “Aku adalah kota ilmu dan Ali ,adalah pintunya.”

Nabi saw bersabda. “Pukulan Ali perang Khandaq lebih baik dari ibadahnya seluruh jin dan manusia.” (Biharul Anwar, juz 20, hal.206) Dengan pukulannya tersebut, menghantarkan Amr bin Abdi Wud ke neraka Jahanam.

Nabi saw bersabda. “Wahai Ali, engkau adalah pembagi surga dan neraka.”  (Biharul Anwar, juz 49, hal.12)

Hadis Ghadir Khum, “Barangsiapa menjadikan aku sebagai pemimpinnya, maka Ali pemimpin (mawla) nya juga.” (al-Ghadir, hal.12)

Nabi saw bersabda, “Tldaklah mencintaimu. kecuali Mukmin dan tidaklah membencimu. kecuali munafik.”

Nabi saw bersabda, “Aku memerintahkan untuk menutup semua pintu ini (pintu-pintu rumah para sahabat yang mengarah langsung ke dalam Mesjid Nabawi). selain pintu Ali.” (Biharul Anwar, juz 93, hal.12)

Hadis yang menjelaskan bahwa Nabi saw memohon kepada Allah agar mengutus makhluk-Nya yang paling mulia untuk bersama-sama menikmati hidangan ayam panggang bersamanya. Tiba-tiba muncullah Ali as yang telah menempuh perjalanan jauh. Lalu dia (Ali) menikmati hidangan tersebut bersama Rasulullah saw.

Nabi saw bersabda, “Ali bersama kebenaran dan kebenaran bersama Ali, kebenaran selalu menyertai Ali ke mana pun dia pergi.”

Nabi yang mulia saw bersabda, “Wahai Ali. kedudukanmu di sisiku laksana kedudukan Harun di sisi Musa, hanya saja tidak ada nabi lagi setelahku.” Tidak ada nabi lagi setelahku, yakni Ali adalah pengganti dan khalifah setelah Nabi saw.

Sumber: Kecuali Ali, Bab 2, hal.  51-53

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here