Filosofi karbala

0
357 Dibaca
filosofi karbala

Filosofi Karbala – Ada pertanyaan klasik yang selalu diulang-ulang setiap tahunnya ketika menjelang peringatan Asyura.

Ketika ada yangg bertanya, “Mengapa Syiah hanya memperingati syahadahnya Imam Husain  as, sedangkan Imam Ali as, Imam Hasan as dan para Imam as yang lain juga syahid terbunuh, namun tidak diperingati syahadah mereka?”

Jawab, “Salah, setiap tahun selalu diperingati syahadah para Imam Ahlulbait as, Sayyidah Fatimah Az-Zahra as dan Rasulullah saww.”

Penanya bertanya lagi, “Lalu mengapa yangg diperingati tentang syahadah para Imam Ahlulbait as hanya syahadah Imam Husain as yang terbesar?”

Jawab, “Karena ini menyangkut tentang Filosofi Karbala, kalau kita telah memahami Filosofi Karbala, maka akan dengan mudah memahami tentang mengapa Syiah memperingati syahadah Imam Husain as yang terbesar?”

Filosofi Karbala adalah bahwa Kebangkitan Islam itu tegak melalui syahadahnya Imam Husain as di Karbala.

Penanya bertanya lagi, “Kok bisa begitu? Berarti sama saja meremehkan risalah Nabi Muhammad saww yg telah membawakan ajaran islam sebagai jalan hidup bagi umat?”

Jawab, “Jangan tergesa-gesa dulu memvonis seperti itu, cobalah perhatikan dengan seksama sabda Rasulullah saww dibawah ini…

حسين مني و انا من حسين…

‘Husain dariku dan aku dari Husain…’

Hadis diatas bermakna bahwa Islam yang dibawa dan ditegakkan oleh Nabi Muhammad saww, kemudian dihancurkan oleh dinasti Umayyah sepeninggal beliau saww,  lalu ditegakkan kembali dengan syahadahnya Imam Husain as di Karbala, yaitu dengan menyadarkan manusia yang terlena dengan irama-irama kemusyrikan Yazid yang telah meninggalkan dan menginjak-nginjak hukum-hukum Allah dan sunnah2 Rasulullah saww.

Kalau karena tiada syahadahnya Imam Husain as, juga disertai kesabaran Imam Ali as dan Imam Hasan as, maka Islam Muhammadi tinggal namanya saja dan telah punah tidak sampai pada kita saat ini.”

sumber: Oleh Ust Abdullah Ali Assegaf

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here