Fatimah Az-Zahra As Dalam Surah Ad Dahr

0
404 Dibaca
Fatimah Az-Zahra As Dalam Surah Ad Dahr
Photo: aimislam.coom

Fatimah Az-Zahra As Dalam Surah Ad Dahr – Pernah suatu ketika Hasan dan Husain jatuh sakit lalu Rasulullah saw bersama sekelompok sahabat datang menjenguk mereka. Mereka berkata pada Ali as, “Wahai Abal-Hasan, alangkah baiknya jika engkau bernazar untuk kesembuhan kedua putramu itu.”

Ali, Fatimah, dan Fidhdhah pun bernazar untuk berpuasa selama tiga hari jika keduanya sembuh. Keduanya pun sembuh tetapi saat itu tidak ada makanan sedikit pun pada mereka.

Ali as lalu meminjam tiga sha’ gandum pada Syam’un Khaibari. Fatimah menggiling gandum lalu membuat lima potong roti sesuai jumlah mereka. Roti pun terhidang di atas talam, mereka bersiap untuk berbuka.

Tiba-tiba, seorang pengemis datang menyapa, „Assalamu ‘alaikum ya Ahla Baiti Muhammad, saya Muslim yang miskin, berilah saya makanan, niscaya Allah Swt akan memberi kalian makan dari hidangan surga.

Mereka pun memberinya roti yang telah terhidang. Tidak ada lagi yang dapat mereka makan malam itu, selain air. Pagi hari mereka kembali berpuasa. Hari kedua di saat sore hari, menjelang buka puasa makanan sudah terhidang. Tiba-tiba, ada ketukan di depan pintu. Seorang yatim berdiri di ambang pintu memelas meminta makan. Makan malam di hadapan diulurkan pada sang yatim. Tak ada lagi makanan tersisa.

Esok hari menyapa, seorang tawanan berdiri di hadapan. Perut melilit, lapar mendera. Mengharap budi meminta makan. Tidak ada makanan lain dapat diberikan, makanan yang siap disantap pun diulurkan pada tawanan yang lapar. Esok harinya di hari keempat, di pagi hari, Ali as menemui sang Nabi sambil menuntun Hasan dan Husain. Nabi memandang mereka.

Tubuh ketiganya tampak gemetar seperti anak burung menahan lapar. Beliau saw bersabda, “Ooh, sungguh, pemandangan ini menyedihkan hatiku.”

Beliau lalu mengajak mereka menjumpai Fatimah Zahra as. Saat itu, putri nabi sedang berada di mihrabnya, kulit perutnya hampir menyentuh punggungnya, kedua matanya terpejam. Hati Rasul terenyuh tak terperi. Sang Jibril pun turun menyapa, “Angkatlah putrimu wahai Rasul Allah, Allah Swt telah bertahniah (mengucap selamat) bagi Ahlulbait asmu.”

Jibril lalu membacakan surah ini pada Rasulullah.[1]

Allah Swt memberi kesaksian-Nya bahwa Fatimah Zahra as tergolong salah seorang Ahli kebajikan (al-Abrar) yang diperkenankan Allah Swt minum minuman surgawi dari gelas surga yang campurannya dari air kafur.

Allah Swt juga memasukkan beliau ke dalam golongan orang-orang yang menunaikan nazar dan termasuk dari golongan hamba Allah Swt yang selalu menjaga diri disertai rasa takut akan datangnya hari pembalasan. Suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Beliau juga termasuk orang-orang yang memberikan makanan kesukaannya, mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri kendatipun dirinya kekurangan.

Beliau pun termasuk dalam golongan orang-orang yang memberikan makanan demi mengharapkan keridaan Allah Swt tanpa mengharap balasan dan juga tanpa menanti ucapan terima kasih. Beliau termasuk di antara orang-orang yang sabar dalam menjalankan perintah Allah Swt.

Beliau pun tergolong di antara orang-orang yang dijaga Allah Swt dari kesusahan pada hari pembalasan. Hari yang dipenuhi dengan kegetiran dan kesulitan. Sayidah Fatimah Zahra as juga digolongkan Allah Swt dalam golongan orang-orang yang pada hari pembalasan wajah mereka akan berseri-seri dan hati mereka akan merasa gembira. Allah Swt menebus kesabaran mereka di hari pembalasan nanti dengan keindahan surgawi berupa pakaian sutera yang ditenun halus.[2]

Sumber: Maha Wanita, Teladan Abadi Fatimah Zahra, hal.9-11

Catatan Kaki

[1] QS. ad-Dahr

[2] Lihat Zamakhsyari, al-Kasysyaf; Tsa’labi, Tafsir al-Kabir; Usudul Ghabah, Jil.5, hal.530; Fakhrurrazi, Tafsir  al-Kabir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here