Biografi Imam Muhammad al-Baqir As

0
466 Dibaca
biografi imam muhammad al-baqir

Biografi Imam Muhammad al-Baqir As – Imam Muhammad al-Baqir as adalah imam kelima dari dua belas imam suci as yang telah ditetapkan oleh Rasulullah saw (dalam berbagai hadisnya). Manusia suci ini mengemban tugas menuntun masyarakat manusia ke jalan yang benar, sesuai dengan misi para imam maksum’ lainnya yang Allah Swt telah sebar mereka ke tengah-tengah masyarakat.

lmam Muhammad al-Baqir as berasal dari keturunan yang suci dan disucikan. Lahir dari kalangan keluarga yang kemuliaan dan keagungan telah dilekatkan kepada mereka, manusia-manusia yang telah merengkuh maqamz kesempurnaan.

Berkat perjuangan dan kegigihan dalam menempa diri, terutama pada ranah keilmuan serta penyucian jiwa, maka Allah menjadikan mereka sebagai manusiamanusia ikhlas sekaligus kekasih-kekasih-Nya yang akan memegang tongkat estafet perjuangan para nabi. Mereka adalah manusia-manusia rabbani (para pengemban amanat Tuhan) yang menjadi petunjuk kedua setelah al-Quran, seperti yang dinubuatkan Rasulullah saw.

Mereka adalah para pemimpin pasca Rasulullah saw yang absah secara syariat; imam panutan umat yang akan memelihara hukum-hukum syariat. Imam-imam itulah yang dapat menjawab seluruh kebutuhan hati nurani manusia dan akan mengantarkan mereka menuju gerbang kesempurnaan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Imam Muhammad al-Baqir as adalah keturunan Imam Ali as yang menghimpun seluruh sifat kebajikan ayah-ayah mereka. Ia hidup bersama ayahandanya, Ali bin Husain (Imam Ali Zainal Abidin as) selama beberapa tahun. Beliau tumbuh menjadi remaja yang syarat dengan kesempurnaan-kesempumaan. Beliau senantiasa menemani ayahandanya sampai merengkuh kesyahidan di pertengahan pertama dekade ke-10 H.

Ayahnya, Ali bin Husain as, adalah teladar. sempurna bagi dirinya setelah kakeknya, Imam Husain as. Ayahnya. mendapat gelar Zainul Abidin (hiasan para ahli ibadah). Sayyidus Sajidin (pemuka para ahli sujud). Qudwatuz Zahidin (teladan para zahid), Sirajud Dunya (pelita dunia) dan Jamaluddin (keindahan agama). Singkatnya, beliau adalah manusia yang layak menjadi seorang inam karena kemuliaan, ilmu, sikap lemah lembut dan ke<erdasannya seperti diakui oleh para tokoh semasanya.

Imam Muhammad al-Baqir as mendapat ilmu dan makrifat dari sang ayah nan agung ini sehingga memiliki pengetahuan yang sangat luas dan menjadi pelopor keilmuan. Alangkah tepatnya kata-kata Rasulullah saw ketika memberi kabar gembira kepada para sahabatnya tentang cucunya yang akan lahir di masa yang akan datang dengan menyatakan bahwa dia (Imam Muhammad al-Baqir as) adalah penyingkap keilmuan; Imam yang akan memainkan peranan penting dalam menghidupkan ilmu-ilmu agama di masanya ketika masyarakat Islam sedang dilanda serangan badai kebudayaan dari budaya-budaya lain yang masuk menyusul ekspedisi-ekspedisi ke berbagai wilayah yang lebih luas. Masyarakat Islam yang saat itu masih mengawali gerakan keilmuan dan kebudayaan telali diharamkan dari sumber pengetahuan risalah yang dimiliki Ahlulbait Rasulullah saw ini.

Imam Muhammad al-Baqir as menghabiskan masa yang panjang di Madinah untuk membimbing masyarakat Islam sekaligus melanjutkan misi Rasulullah saw, Imam Ali as, Imam Hasan Mujtaba as, Imam Husain sang Syahid as dan ayahandanya tercinta Imam Ali Sajiad as.

Selama hidupnya, Imam Muhammad al-Baqir as tidak pernah lepas dari deraan penderitaan akibat kezaliman penguasa tiranik dinasti Umayah. Hanya sebentar beliau merasakan ketenangan hidup, yakni pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, selama dua tahun setengah.

Beliau pernah mengalami masa pemerintahan yang sangat zalim sekaligus juga menjadi saksi sejarah runtuhnya dinasti ini. Namun untuk itu, beliau mengenyam penderitaan yang sangat hebat. Dalam situasi yang sangat sulit tersebut beliau mampu mendidik para ahli Fikih, ilmuwan dan para ahli tafsir dalam jumlah yang sangat banyak. Murid-muridnya itulah yang kelak menjadi sumber rujukan orang dari seluruh penjuru Dunia Islam. Murid-muridnya adalah barisan para tokoh yang memiliki keistimewaan dan unggul dibanding manusia sekelilingnya. Mereka aktif dalam segala aktivitas keislaman serta memberikan kontribusi penting

dalam proses pencerahan dan penyadaran masyarakat Islam. Sehingga terciptalah komunitas yang memiliki kesadaran yang tinggi, yang mau menjadi pelayan-pelayan umat secara total. Hidup mereka tidak hanya berkubang dalam ritualitas semata-mata tapi juga menjadi pelopor kebajikan di tengah-tengah masyarakat dan generasi sesudahnya.

Kami Dari Keluarga Besar Karimah Ahlulbait mengucapkan Selamat berbahagia Atas hari lahirnya manusia suci, Imam Muhammad al-Baqir As yang lahir pada tanggal 1 Bulan Rajab

(Salam sejahtera kami haturkan untukmu, wahai imam yang agung, semenjak saat-saat kelahiranmu, saat-saat hidupmu yang engkau baktikan untuk memperjuangkan kebenaran dengan ilmu dan amalmu, saat-saat ketika engkau merengkuh kesyahidan serta di hari ketika engkau dibangkitkan hidup kembali.)

Sumber: Teladan Abadi Imam Muhammad Baqir, Sang Pemilah Ilmu, hal.3-6

Berita sebelumyaBulan Rajab Dan Keutamaannya
Berita berikutnyaSayyidah Fatimah Tauladan Abadi Kehidupan
Avatar
Karimah Ahlulbait adalah sebuah situs website yang dibuat untuk menyebarkan ilmu Ahlulbayt as Tujuan situs ini adalah memberikan bimbingan kepada komunitas Ahlul Bait Indonesia agar mereka bisa mendapatkan pencerahan terkait dengan cara menjalani kehidupan sebagai pengikut madzhab Ahlul Bait. Di dalam situs ini para pengikut madzhab Ahlul Bait akan mendapatkan pengetahuan mengenai, fiqih, amalan, hadis, kisah, sejarah dan lain sebagainya. Yang bisa dibaca melalui artikel yang kami posting. Anda bisa melihat ragam sajian kami sebagaimana yang tertera di bagian kategori yang ada dalam situs kami. Jika antum merasa situs web kami bermanfaat silahkan untuk di share ke sosial media yang ada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here