Balasan Seorang Pecinta Amirul Mukminin As

0
246 Dibaca
Balasan Seorang Pecinta Amirul Mukminin As

Seorang ulama zuhud. Syaikh Muhammad Syafi’ al-Husaini al-Jami, menukilkan:

Di kota Kangkan terdapat seorang lelaki miskin yang (pekerjaannya) berdiri di depan pintu rumah-rumah sambil melantunkan puji-pujian kepada Amirul Mukminin (Imam Ali); banyak orang yang senang dengan perbuatannya itu. Namun, secara kebetulan, sampailah dia di depan pintu seorang hakim yang membenci Ahlul Bait.

Dia pun mulai memuji Amirul Mukminin. Maka, marahlah hakim tersebut. Sambil membuka pintu, dia berkata, “Kenapa kau puji Ali hingga batas ini? Aku takkan memberimu sesuatupun kecuali jika kamu memuji si fulan yang telah merampas hak Imam Ali). Dan kalau kau lakukan itu, saya akan berbaik hati padamu.”

Kemudian, si miskin itu menjawab, “Pemberianmu karena aku memuji si fulan adalah lebih buruk bagiku ketimbang racun ular. Karenanya, aku tak sudi menerimanya darimu.” Sang hakim pun emosi, lalu menyerang si miskin dengan beberapakali pukulan. Tak lama, muncullah istri hakim itu dan berkata, “Lepaskan dia! Jika dia terbunuh, orang-orang pasti akan membunuhmu.”

Hakim itu pun kembali masuk ke rumahnya setelah sempat memperingatkan si miskin agar tak mengganggunya lagi di kemudian hari.

Sesaat setelah hakim itu masuk kamar, sang istri mendengar dia berteriak keras. Langsung saja sang istri masuk dan mendapati suaminya telah lumpuh dan bisu.

Sang istri pun memberitahukan kejadian itu kepada para kerabatnya dan mereka pun datang menjenguknya serta menanyakan tentang apa yang telah terjadi. Dari isyaratnya, mereka paham bahwa ketika dia hendak tidur, dia merasa seperti diangkat ke langit ketujuh, lalu seorang yang besar menampar wajahnya dan melemparkannya. Dia pun jatuh dan menjadi lumpuh. Keluarganya kemudian membawanya ke rumah sakit al-Bahrain dan menjalani perawatan di sana selama dua bulan, tetapi tak berhasil. Dia lalu dipindahkan ke rumah sakit di Kuwait.

Syaikh yang menceritakan kisah ini berkata:

Kebetulan, waktu itu saya berada dalam satu kapal dengannya, sehingga kami masuk ke Kuwait bersama-sama. Lalu, hakim tersebut meminta saya untuk mendoakannya. Tetapi saya nasihati dia agar meminta kesembuhan dari orang yang pernah dipukulnya.

Rupanya, ucapan saya ini tidak didengarnya, dan akhirnya di rumah sakit Kuwait pun dia tak beroleh apapun. Tahun lalu, saya melihatnya di Bahrain dalam kondisi yang sama dan sekarang dia hidup sebagai orang miskin yang lumpuh, sehingga harus meminta-minta.

Sumber: Kisah-kisah Ajaib hal.93-94

Berita sebelumyaKisah Ajaib: Syafaat Imam Husain
Berita berikutnyaJalur Hadis Dua Belas Khalifah
Avatar
Karimah Ahlulbait adalah sebuah situs website yang dibuat untuk menyebarkan ilmu Ahlulbayt as Tujuan situs ini adalah memberikan bimbingan kepada komunitas Ahlul Bait Indonesia agar mereka bisa mendapatkan pencerahan terkait dengan cara menjalani kehidupan sebagai pengikut madzhab Ahlul Bait. Di dalam situs ini para pengikut madzhab Ahlul Bait akan mendapatkan pengetahuan mengenai, fiqih, amalan, hadis, kisah, sejarah dan lain sebagainya. Yang bisa dibaca melalui artikel yang kami posting. Anda bisa melihat ragam sajian kami sebagaimana yang tertera di bagian kategori yang ada dalam situs kami. Jika antum merasa situs web kami bermanfaat silahkan untuk di share ke sosial media yang ada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here