Apa Arti Syiah Yang Sesungguhnya?

0
247 Dibaca
apa arti syiah yang sesungguhnya

Dikalangan kaum muslimin, saudara saudara kita banyak yang tidak mengenal dan tidak mengetahui tentang arti dari Syiah. karena ketidak tahuan tersebut, banyak al-faqir temukan ketika mereka ditanya tentang apa itu syiah, apa arti syiah? mereka menjawab: syiah adalah teroris.

Sebenarnya Apa arti Syiah yang sesungguhnya?

Jawaban:

Syiah dalam bahasa Arab berarti “pengikut”. Kata Syiah terdapat dalam al-Quran, ayat berikut:

“Dan sungguh, salah satu pengikutnya (Nabi Nuh a.s.) adalah Ibrahim (a.s.).” (QS. ash-Shaffat 37: 83)

Sedangkan arti Syiah menurut umat Islam ialah pengikut  kelompok yang meyakini bahwa Nabi Muhammad Saw sebelum wafat telah menentukan khalifah untuk umatnya dalam beberapa kesempatan — di antaranya pada tanggal 18 Dzulhijjah 10 H yang dikenal dengan Hari Ghadir — sebagai tempat rujukan umat sepeninggal beliau Saw

Pembahasan

Setelah Rasulullah Saw meninggal dunia, kaum Muhajirin dan Anshar terbagi dalam dua kelompok.

Kelompok pertama meyakini bahwa Nabi Muhammad Saw menentukan pengganti kekhalifahan sepeninggal beliau dan Imam Ali As adalah khalifah pertama yang dipercaya oleh Rasulullah Saw. Kelompok ini dikenal sebagai Syiah Ali, terdiri dari para Muhajirin dan Anshar serta para sahabat seperti Salman al-Farisi, Abu Dzar al-Ghifari, Miqdad, Khabab bin Irts, dan lain-lain.

Ternyata julukan Syiah telah diberikan oleh Rasulullah Saw sendiri kepada para pengikut Imam Ali As di masa hidupnya. Suatu saat beliau sambil mengisyaratkan kepada Imam Ali as, bersabda:

“Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya! Sungguh orang ini (Ali bin Abi Thalib) dan syiah (para pengikut) nya akan menjadi pemenang di hari kiamat.” (Jalaluddin Suyuthi, Durrul Mantsur, juz 6 tentang tafsir surat al-Bayyinah ayat 7: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, mereka adalah Khairul Bariyyah (sebaik-baiknya ciptaan).” Para sahabat Nabi bila melihat Ali datang, mereka berkata: “Telah datang Khairul Bariyyah.”

Syiah dikenal sebagai kelompok umat Islam yang meyakini bahwa wilayah (kepemimpinan) harus berdasarkan kepada nash (teks agama). Sampai sekarang kelompok ini tetap merujuk kepada hadis-hadis Ahlul Bait Rasulullah Saw.

Kelompok kedua meyakini bahwa khilafah adalah kedudukan yang berdasarkan hasil  suatu pemilihan, sehingga atas dasar ini mereka memilih Abu Bakar sebagai khalifah pertama. Selanjutnya mereka menyebut dirinya sebagai kelompok Ahlusunnah.

Pada akhirnya, kedua kelompok tersebut memiliki banyak persamaan walaupun ada perbedaan pendapat dalam penentuan khalifah; keduanya juga mendapatkan dukungan dari orang-orang Anshar dan Muhajirin.

Sumber: Biarkan Syiah menjawab jilid 1, hal.1-3, karya Ali Reza Alatas

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here