Amalan Malam Nisfu Sya’ban Menurut Ahlulbait

0
453 Dibaca
Amalan Malam Nisfu Sya'ban Menurut Ahlulbait

Amalan Malam Nisfu Sya’ban Menurut Ahlulbait – Malam nisfu Sya’ban merupakan malam puncak kemuliaan. Diriwayatkan bahwa Imam Ja’far al-Shadiq berkata, Imam Muhammad al-Baqir ditanya perihal keutamaan malam nisfu Sya’ban.

Beliau kemudian menjawab,

“Ia merupakan malam paling utama setelah malam Lailatu al-Qadar. Di dalamnya, Allah melimpahkan karunia-Nya kepada hamba-hamba-Nya dan mengampuni dosa-dosa mereka dengan anugerah-Nya.

Maka, bersungguh-sungguhlah kalian dalam mendekatkan diri kepada Allah di malam ini.

Sesungguhnya ia merupakan sebuah malam yang Allah berjanji kepada diri-Nya untuk tidak menolak orang yang meminta (kepada-Nya) selama dia tidak meminta kepada Allah sesuatu maksiat.

Sesungguhnya, malam nisfu Sya’ban adalah malam yang Allah menjadikannya bagi kami, Ahlulbait, setara dengan apa yang Allah jadikan malam Lailatu al-Qadar bagi Nabi kita saw.

Oleh karenanya, bersungguh-sungguhlah kalian dalam berdoa dan memuji Allah.'”

Diantara keagungan malam penuh berkah ini adalah bahwa ia merupakan hari kelahiran Sang Penguasa masa dan Imam Zaman (al-Mahdi)–semoga jiwa kita rela berkorban demi beliau. Imam Mahdi as dilahirkan pada waktu pagi, tahun 255 H di Samara, Iraq.

Kelahiran ini menambah kemuliaan dan keutamaan malam ini.

Diantara amalan malam nisfu Sya’ban adalah:

1. Pertama, mandi (caranya seperti mandi janabah—penerj.). Ini berdampak dalam mengurangi dosa-dosa.

2. Kedua, menghidupkan malam ini dengan shalat, doa, dan istighfar (mohon ampunan), sebagaimana dilakukan Imam Ali Zainal Abidin al-Sajjad.

Dalam sebuah hadis disebutkan,

“Barangsiapa menghidupkan malam ini (malam nisfu Sya’ban), hatinya tidak akan mati pada hari di mana seluruh hati menjadi mati.”

3. Ketiga, berziarah kepada Imam Husain (dengan cara mengunjungi makam suci beliau di Karbala atau membaca doa ziarah bagi yang tidak mampu—penerj.).

Ini merupakan amalan paling utama pada malam ini dan menghasilkan pengampunan atas dosa-dosa.

Barangsiapa ingin dijabat tangan oleh 124.000 arwah nabi, maka hendaknya dia berziarah kepada Imam Husain pada malam ini.

4. Keempat, membaca doa-doa tertentu sebagaimana disebutkan dalam kitab doa Mafâtih al-Jinân.

5. Kelima, membaca shalawat yang diajarkan oleh Imam Ali Zainal Abidin.

6. Keenam, membaca doa Kumail.

7. Ketujuh, barangsiapa membaca zikir berikut ini sebanyak 100 kali: Subhallahi wal hamdu lillahi walâ ilâha illallahu, niscaya Allah mengampuni perbuatan maksiatnya yang telah lalu serta memenuhi kebutuhan dunia dan akhiratnya.

8. Kedelapan, mengerjakan shalat dua rakaat (dengan dua salam).

Setiap rakaat membaca surat al-Fatihah 100 kali dan al-Ikhlas 100 kali.

Usai shalat membaca doa:

Allahumma innî ilaika faqîr wa min ‘adzâbika mustajîr. Allahumma lâ tubaddil ismi wa lâ tughayyir jismî wa lâ tajhad balâiy wa lâ tusymit bî a’dâi. A’udzu bi’afwika min ‘iqobika, wa a’udzu birohmatika min ‘adzâbika, wa a’udzu biridhoka min sakhotika, wa a’udzubika minka jalla tsanâuka anta kamâ atsnaita ‘alâ nafsika wa fauqo mâ yaqûlul qoilûn.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here