Ahlulbait As Bagaikan Pintu Pengampunan

0
349 Dibaca
Ahlulbait As Bagaikan Pintu Pengampunan

Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Rasulullah saw juga mengumpamakan Ahlulbait as dengan pintu pengampunan di kalangan bani Israil, barang siapa masuk ke dalamnya ia akan mendapat ampunan Allah SWT. dan barang siapa enggan masuk ke dalamnya maka murka Allah akan mengenanya.

Di antara hadis babu hiththah yang diriwayatkan ara ulama’ ialah hadis dari riwayat Abu Dzar yang telah lewat saya sebutkan, dan juga dari riwayat sahabat Abu Sa’id al-Khudri, ia berkata, Rasulullah saw bersabda:

وإنما مثل أهل بيتي فيكم مثل باب حطة في بنى إسرائيل من دخله غفر له

Dan sesungguhnya perumpamaan Ahlulbaitku di antara kalian bagaikan pintu pengampunan (hitthah) pada Bani Israil barang siapa memasukinya maka akan diampuni untuknya. (HR al-Thabarani dalam al-Mu’jam al-Awshath.6,85 dan al-Mu’jam al-Shagir.2,22 dan al-Sawa’iq.152)

Catatan Tentang Pintu Hiththah:

Secara bahasa kata hiththah berasal dari kata kerja haththa. yahuththu. artinya menurunkan dan melemparkan. Kata ini disebut Al-qur’an ketika menyebutkan kisah bani Israil. Allah SWT. berfirman:

وَإِذْ قُلْنَا ادْخُلُوا هَٰذِهِ الْقَرْيَةَ فَكُلُوا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ رَغَدًا وَادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَقُولُوا حِطَّةٌ نَغْفِرْ لَكُمْ خَطَايَاكُمْ ۚ وَسَنَزِيدُ الْمُحْسِنِينَ

Dan ( ingatlah). ketika Kami berfirman: “Masuklah kamu ke negeri ini (Baitul Maqdis), dan makanlah dan” hasil buminya, yang banyak lagi enak di mana yang kamu sukai. dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud. dan katakanlah: Bebaskanlah kami dari dosa”. niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan kelak Kami akan menambah (pemberian Kami) kepada orang-orang yang berbuat baik”. ( QS al-baqarah; 58)

Sabda Nabi saw perumpamaan Ahlulbait-ku di antara kalian bagaikan pintu pengampunan (hitthah) pada Bani Israil di atas menunjuk kepada firman Allah tersebut. Pintu hiththah adalah salah satu pintu masuk menuju Baitul Maqdis. seperti ditegaskan Abu Hayyan al-Andalusi. atau pitu kota Ariha. atau depan kota Quds. seperti diasumsikan sebagian mufassir. Dan menyebut perumpamaan Ahlulbait as. di tengah-tengah umat Islam dengan babu hiththah di antara bani Israil yang memperkenalkan mereka as. sebagai pintu pengampunan Allah SWT adalah bukti kuat bahwa berpegang teguh dengan petunjuk Ahlulbait as akan berperan besar dalam menghilangkan kekeruhan jiwa individu dan komonitas muslim dalam masyarakat Islam.

Sebagaimana perintah Allah SWT. atas bani Israil agar memasuki pintu gerbang kota Baitul Maqdis dalam keadaan sujud sebagai lambang ketundukan dan penghambaan kepada Sang Maha Pencipta yang telah menganugerahkan kepada mereka kemenangan dan mengucapkan permohonan ampunan sebagai bukti kerendahan diri mereka di hadapan Allah SWT.

Demikian juga dengan umat Islam, Allah memerintahkan melalui Nabi mulia kesayangan-Nya agar umat Islam tunduk pasrah kepada ketetapan Allah SWT. dengan menerima Ahlulbait as. sebagai pemimpin umat Islam dan memasuki gerbang penghambaan melalui pintu Ahlulbait as. dengan penuh rendah hati dan tawadhu’ dan pasrah serta taslim terhadap keputusan Allah SWT., menjaukan rasa congkak dan membangkang terhadap ketentuan-Nya.

Namun sayang sebagian umat Islam,.mengambil sikap seperti sikap bani Israil, mereka membangkang dan menyalahi perintah Allah SWT. Mereka tidak masuk dengan bersujud, merendahkan diri kepada Allah SWT. akan tetapi mereka menyengaja melakukan pembangkangan kolektif dengan mamasuki pintu kota sambil mengangkat kepala mereka. Mereka degil lagi congkak membangkang atas perintah Allah SWT. Demikian juga sebagian umat Islam, mereka enggan memasuki pintu gerbang keberuntungan; Ahlulbait as. yang akan membawa keselamatan dan memberi ampunan bagi dosa-dosa mereka.

sumber: didiklah putra putri anda mencintai nabi dan keluarganya hal.43-46

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here